Sedangkan, lanjut dia, sebanyak 13 perusahaan asuransi jiwa yang merugi dari 42 perusahaan yang aktif beroperasi. “Situasi makro ekonomi yang melemah akibat kenaikan harga BBM, turbulensi bursa saham dan ditambah tuntutan penerapan IFRS serta batas waktu pemenuhan modal kian mepet merupakan tantangan utama industri asuransi nasional,” terangnya.












