Airlangga meyakini, melalui proyek smelter berbasis teknologi hydrometalurgi
tersebut, Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam pengembangan industri
baterai untuk kendaraan listrik. Selain itu juga membuat struktur sektor otomotif di dalam negeri semakin kuat.
“Berdasarkan
peta jalan pengembangan industri otomotif nasional, pada tahun 2025,
target kita 20 persen dari total produksi kendaraan di Indonesia adalah
yang berbasis elektrik. Artinya, ketika produksi kita mencapai 2 juta
unit per tahun, sebanyak 400 ribu itu kendaraan listrik,” paparnya.
Sedangkan, Making Indonesia 4.0 menargetkan pada tahun 2030, Indonesia menjadi basis produksi kendaraan jenis Internal Combustion Engine (ICE) maupun Electrified Vehicle untuk pasar domestik hingga ekspor. Hal ini didukung oleh kemampuan industri nasional dalam memproduksi bahan baku dan komponen utama serta optimalisasi produktivitas sepanjang rantai nilai industri tersebut.
Guna merealisasikan sasaran itu, Kementerian Perindustrian bertekad untuk senantiasa mendukung dan memfasilitasi kebutuhan para pelaku industri di dalam negeri. Hal ini guna mewujudkan kemandirian dan kebanggaan nasional.
“Maka itu, kami akan kawal dan akselerasi pembangunan industri ini bisa selesai atau beroperasi pada 16 bulan ke depan,” ungkapnya.














