Widjonarko menambahkan bahwa SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) sebenarnya telah melakukan beberapa upaya dalam rangka optimasi pencapaian target produksi 2013. Di antara upaya tersebut adalah melakukan pengeboran pengembangan, work over, dan well service yang menghasilkan tambahan produksi sebesar 93.900 BOPD dan mengurangi frekuensi unplanned shutdown dengan optimasi kegiatan maintenance fasilitas yang berkontribusi pada produksi sebesar 8.600 BOPD.
Untuk pengeboran eksploitasi, tahun ini industri hulu migas di dalam revisi rencana kerja dan anggaran mentargetkan 1.107 sumur pengembangan, 953 sumur workover, dan 29.642 well services. Dari target tersebut, realisasinya adalah sebanyak 980 sumur pengembangan; 779 sumur workover; dan 26.749 well services. Sedangkan untuk pengeboran eksplorasi, realisasinya adalah sebanyak 91 sumur dari target 121 sumur. Kendala yang dihadapi antara lain pembabasan izin lahan, proses pengadaan, jadwal rig, persiapan lokasi, dan evaluasi subsurface.
Untuk kegiatan seismik, industri hulu migas menargetkan survey seismik dua dimensi (2D) sepanjang 15.647 KM dan survey seismik tiga dimensi seluas 22.576 kilometer persegi. Dari target ini, realisasinya adalah 11.949 km atau 76 persen untuk seismik 2D dan 14.177 km persegi atau 63 persen untuk seismik 3D.













