“Hampir 45 tahun kami beroperasi di Ancol untuk memproduksi kaca lembaran, cermin, dan untuk otomotif,” ungkapnya.
Menurut Tan, seiring perkembangan ekonomi di Indonesia yang positif dan permintaan kaca yang terus meningkat, Asahimas harus mendongkrak kapasitasnya.
“Dengan keterbatasan fasilitas di pabrik Ancol, pada 1995 kami mulai merencanakan untuk merelokasi fasilitas produksi. Hal tersebut ditandai dengan membangun pabrik kaca otomotif yang selesai pada tahun 2003,” imbuhnya.
Kemudian, penambahan fasilitas baru pada 2016, kapasitas produksi Asahimas saat ini meningkat 55 persen. “Dengan selesainya pembangunan fasilitas ini, pabrik kaca Asahimas menjadi terintegrasi. Kami pun sekarang sudah memanfaatkan teknologi semiotomatis, ditandai dengan penggunaan robot dan peralatan digital serta diperkenalkannya konsep smart factory. Ini artinya kami memulai pijakan menuju revolusi industri 4.0,” paparnya.














