JAKARTA- Pertumbuhan otomotif tampaknya tidak dibarengi dengan peningkatan jumlah supplier komponennya. Hal ini disebabkan jumlah supplier komponen otomotif lokal masih rendah. Buntutnya, barang impor pun membanjiri pasar dalam negeri. “Harusnya pertumbuhan otomotif dibarengi dengan peningkatan jumlah supplier komponennya,” kata Dirjen IKM Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Euis Saedah di Jakarta,Senin,(18/3).
Menurut Euis, industri komponen otomotif di Indonesia masih tertinggal jauh di negara Asia lainnya seperti Thailand. Jumlah industri komponen otomotif lokal hanya 14% dari yang dimiliki Negeri Gajah Putin itu. Padahal, industri komponen otomotif di Indonesia sudah ada sejak 1979.
Euis menyatakan, ada beberapa kendala dalam pengembangan IKM komponen otomotif lokal. Di antaranya masih memiliki keterbatasan kemampuan untuk memenuhi persyaratan Quality, Cost and Delivery atau QCD, kemampuan SDM dan beberapa teknologi kunci juga belum dimiliki.
Akibat beberapa kendala itu kondisi yang terjadi saat ini sebagian besar komponen otomotif yang beredar di pasaran masih produk impor. “Ke depan kita ingin kondisi itu terbalik, kita harus bisa memasok hampir keseluruhan produk komponen dan sub komponen otomotif,” jelasnya.














