“Produk logam digunakan dalam berbagai konstruksi, mulai dari bangunan gedung, jembatan, jalan raya, hingga fasilitas publik lainnya. Keberlanjutan dan kualitas konstruksi sangat tergantung pada keandalan dan kualitas produk logam yang digunakan,” paparnya.
Rizky mengemukakan, partisipasi Indonesia dalam gelaran ICW & BuildXpo Malaysia 2024 merupakan wujud kerja sama antara Kemenperin RI dengan KBRI Kuala Lumpur.
Melalui kolaborasi ini, terbangun Paviliun Indonesia dengan total luasan lahan sebesar 60 meter persegi.
“Perwakilan Indonesia pada acara tersebut diharapkan mampu mengenalkan produk logam dalam negeri dengan inovasi dan teknologi mumpuni yang dimiliki masing-masing perusahaan,” tuturnya.
Selain itu, pameran ICW & BuildXpo Malaysia sebagai salah satu pameran industri konstruksi terbesar di Malaysia dengan menyediakan ruang pameran seluas hampir 10.000 m2 dan menampilkan sekitar 500 booth dengan 200 exhibitor.
Mengusung tema “Envisioning the Future of Construction”, BuildXpo 2024 menampilkan segmen dan tren industri utama, termasuk teknologi konstruksi, bahan konstruksi, peralatan konstruksi, mesin konstruksi, serta sistem dan layanan.
Rizky juga menyampaikan apresiasi atas dukungan KBRI Kuala Lumpur dalam mewujudkan Paviliun Indonesia di ICW & BuildXpo Malaysia 2024.















