Kementerian Perindustrian juga mencatat, sektor
industri pengolahan nonmigas periode tahun 2015-2018 mengalami kinerja
positif dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 4,87 persen dan masih
sebagai sektor yang berkontribusi paling besar terhadap PDB nasional,
dengan setoran hingga 17,66 persen pada tahun 2018.
“Pada
tahun 2015, sektor industri pengolahan nonmigas menyumbang sebesar
Rp2.098,1 triliun terhadap PDB nasional, meningkat menjadi Rp2.555,8
triliun di tahun 2018 atau setara dengan 21,8 persen,” ungkap Ngakan.
Dengan konsistensi kontribusi yang tertinggi tersebut, pemerintah berkomitmen lebih memacu pengembangan industri manufaktur melalui pelaksanaan peta jalan Making Indonesia 4.0.
“Aspirasi besar dari roadmap itu, menjadikan Indonesia masuk jajaran 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030,” imbuhnya.
Merujuk proyeksi jangka panjang yang dirilis oleh Standard Chartered Plc, Indonesia mampu masuk menjadi negara dengan perekonomian keempat terbesar di dunia tahun 2030, dengan PDB mencapai USD10,1 triliun.
Posisi pertama ditempati China (Nominal PDB USD64,2 triliun), disusul India (USD46,3 triliun) dan Amerika Serikat (USD31 triliun).
Indonesia
mampu melampaui Turki (USD9,1 triliun), Brasil (USD8,6 triliun), Mesir
(USD8,2 triliun), Rusia (USD7,9 triliun), Jepang (USD7,2 triliun), dan
Jerman (USD6,9 triliun).















