Dengan kinerja yang gemilang tersebut, Panggah menyampaikan, pihaknya aktif mendorong agar para pelaku industri makanan dan minuman di dalam negeri tetap berupaya untuk meningkatkan mutu, produktivitas dan efisiensi diseluruh rangkaian proses produksi. Sejalandengan langkah itu, diperlukan pula peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta kegiatan penelitian dan pengembangan.
“Kami mengharapkan Coca-Cola Amatil Indonesia dapat berkontribusi pada program pembinaan dan pengembangan SMK berbasis kompetensi yang link and match dengan industri,” tutur Panggah. Program yang diinisiasi oleh Kemenperin ini akan kembali diluncurkan untuk wilayah Sumatera Utara pada September 2017.
Direktur Supply Chain Coca-Cola Amatil Indonesia, Gigy Philip menerangkan bahwa perusahaan terus berkomitmen untUK meningkatkan investasi hingga USD300 juta dalam tiga tahun ke depan. “Sebagai perusahaan PMA, kami telah berinvestasi di Indonesia mencapai USD445 juta pada tahun 2012-2017 dengan jumlah karyawan sebanyak 11 ribu orang,” paparnya.
Pada Maret 2017, Coca-Cola Amatil Indonesia telah meresmikan pengoperasianfasilitas produksi dan pusat distribusi perusahaan di Pandaan, Pasuruan, Jawa Timurdengan nilai investasi mencapai USD42 juta. “Upaya ini merupakan salah satu tahapan dari komitmen investasi kami yang diharapkan menjadi pemacu bagi pengembangan industri makanan dan minuman nasional,” ucapnya.















