JAKARTA-MenteriPerindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan industri non-migasdiproyeksikan tumbuh 5,4 persen pada 2019. Sektor-sektor yang diproyeksikan tumbuh tinggi, di antaranya industri makanan dan minuman (9,86%), permesinan(7%), tekstil dan pakaian jadi (5,61%), serta kulit barang dari kulit dan alaskaki (5,40%).
“Selain itu, kami juga memacu di sektorkimia, dengan menggenjot produksi olefin dari methanol di Kawasan industri Teluk Bintuni, Papua Barat dengan nilai investasi USD2,6 Miliar yangditargetkan dapat berproduksi dengan kapasitas 2 juta ton per tahun dan mulai beroperasi tahun 2021,” paparnya.
Sedangkan di klaster Cilegon akan menghasilkan naphtha cracker dari dua perusahaan, yakni Chandra AsriPetrochemical dan Lotte Chemical dengan total kapasitas mencapai 4,5 juta tonper tahun yang akan mulai beroperasi secara bertahap pada 2019 hingga 2023.
“Pada tahun 2019, sektor IKM ditargetkan menghasilkan 5.000 wirausaha baru, mengikutsertakan 5.000 IKM dalam program e-Smart IKM dan 20 pesantren dalam program Santripreneur,” imbuhnya.
Pada tahun 2019, pemerintah akan semakin gencar melaksanakan program pendidikan dan pelatihan vokasi dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Dengan anggaran sebesar Rp1,78triliun, Kemenperin menyelenggarakan pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi menuju dual system, serta membangun politeknik atau akademi komunitas di Kawasan industri.













