“MIsalnya, yang sedang kami fasilitasi, antara lain pembangunan politeknik industri petrokimia di Cilegon dan politeknik industri agro di Lampung. Selain itu meluncurkan program Link & Match antara SMK dan industri di Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat dengan target melibatkan 2.600 SMK dan 750 industri,” ungkapnya.
Kemudian pelaksanaan program diklat 3in 1 untuk 72.000 orang, pembangunan kompetensi dan sertifikasi kompetensi, dan pembangunan SDM industri dalam mengantisipasi era industri 4.0.
“Dalam penerapan roadmap Making Indonesia4.0, Kemenperin sedang merumuskan IndonesiaIndustry 4.0 Readiness Index atau INDI 4.0 pada 2019,” ujar Airlangga.
Menperin menambahkan, dengan terpilihnya Indonesia menjadi OfficialPartner Country di Hannover Messe 2020, Kemenperin akan berkesempatan memperkenalkan roadmap Making Indonesia 4.0 serta mendorong investasi di bidang manufaktur dan pengembangan infrastruktur digital.













