Pada saat yang sama, peternak akan mendapatkan kemudahan akses pasar yang diperlukan untuk meningkatkan pendapatan.
“Nestlé membangun kemitraan dengan para peternak melalui koperasi-koperasi susu yang ada di Jawa Timur dengan memberikan pendampingan teknis serta pelatihan tentang praktik-praktik peternakan yang berkelanjutan, dan tentunya bantuan finansial,” paparnya.
Melalui acara Apresiasi Peternak 150 tahun Nestlé dan peringatan 40 tahun kerja sama kemitraan Nestlé dengan peternak sapi perah, Panggah mengharapkan, PT Nestlé Indonesia dapat menghasilkan produk olahan susu yang berkualitas dan dapat dijangkau masyarakat sehingga dapat mendorong peningkatan konsumsi susu masyarakat Indonesia.
”Selain itu, kami harapkan PT Nestlé Indonesia tetap berkomitmen untuk dapat menyerap susu segar dalam negeri serta terus mengembangkan program kemitraan yang telah dijalankan menjadi lebih baik lagi,” tuturnya.
Kebutuhan Susu Segar
Panggah menyampaikan, kebutuhan bahan baku sususegardalamnegeri (SSDN) untuk susu olahan saat ini sebanyak 3,8 juta ton dengan pasokan bahan baku susu segar dalam negeri hanya sekitar 798.000 ton dan selebihnya masih diimpor dalam bentuk Skim Milk Powder, Anhydrous Milk Fat, dan Butter Milk Powder dari berbagai negara seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.















