Namun, investasi di sektor industri kimia harus dilakukan terintegrasi, yakni dari hulu hingga hilir, sehingga bersifat padat modal.
“Investasi sektor ini juga membutuhkan waktu yang lama untuk membangun. Ini yang agak sulit, karena padat modal dan memerlukan waktu,” kata Sigit.
Namun, apabila investasi sektor kimia betul-betul dapat terealisasi, maka kapasitas produksinya diprediksi mampu mengurangi ketergantungan impor produk kimia yang diperuntukkan bagi berbagai industri di Indonesia.
“Lotte saja kalau sudah beroperasi bisa mengurangi 50 persen impor,” tukasnya.















