Dan kemacetan itu dimana-mana, di setiap jalan menuju tempat wisata. Para turis manca negara dan turis domestik yang mengalami jet lag, tentu tidak nyaman dengan kondisi seperti ini. “Mereka minta paling lama perjalanan itu 45 menit, lebih dari itu terasa tak nyaman lagi,” tegasnya.
Ketut mengakui kemacetan ini dirasakan sangat mengganggu. “Selain itu ada juga penilaian dari turis mancanegara, bahwa Bali masih dianggap kotor. Maka kami terus mencari solusi masalah-masalah,” tuturnya.
Menurut dia, ada pemikiran bahwa akan dibuat transportasi dengan jalur khusus seperti yang ada di Jakarta, sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan yang akan semakin parah. Pada prinsipnya Pemerintah Provinsi Bali, akan terus berupaya menjaga agar pariwisata di Bali tetap kondusif. ***















