“Angka kemiskinan terjadi penurunan sebesar 1,82 juta jiwa. Yang lebih membanggakan angka penurunan di desa lebih besar dibandingkan di kota. kalau didesa menurun sekita 1,2 juta jiwa dan di kota 580 ribu. namun, harus diakui bahwa jumlah orang miskin masih lebih banyak di desa daripada dikota. Tapi, jika angka kemiskinan didesa bisa terus kita pertahankan, maka dalam waktu 5 tahun kedepan jumlah orang miskin didesa akan lebih kecil dari pada dikota,” katanya.
Bukan itu saja, kerja keras dari berbagai pihak secara bersama-sama terutama didorong oleh keberhasilan disektor pertanian selama 4 tahun ini telah terjadi peningkatan pendapatan yang sangat signifikan. kalau ditahun 2014 pendapatan perkapita didesa hanya 572 ribu perkapita perbulan. di tahun 2018 angka pendapatan perkapitanya telah mengalami peningkatan menjadi 874.000 perkapita perbulan.
“Kalau ini bisa kita pertahankan, 5 tahun yang akan datang pendapatan perkapita di desa itu sudah lebih dari 2 juta. Semua ini salah satu faktor utamanya adalah keberhasilan di sektor pertanian. Kemendes bekerja sama dengan sejumlah stakeholder yang salah satunya Kementerian Pertanian dengan mengembangkan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades). Karena kalau kita keroyok ini akan lebih cepat meningkatkan pertumbuhan di desa dan pendapatan masyarakat desa. Mudah-mudahan cita-cita untuk Indonesia menjadi negara yang adil dan makmur bisa terlaksana dan Indonesia juga akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar didunia,” katanya.












