JAKARTA,BERITAMONETER.COM – Direktur Utama PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), Muhammad Arif mengungkapkan bahwa perseroan akan menerbitkan obligasi sebesar Rp1 triliun, apabila rencana rights issue Rp3,2 triliun berjalan mulus.
“Kami ada rencana menerbitkan obligasi di 2026 sebesar Rp1 triliun. Kalau untuk rights issue Rp3,2 triliun, saat ini sudah proses di OJK dan masih on going, serta tidak ada perubahan rencana,” ucap Direktur Utama INET, Muhammad Arif saat pelaksanaan Public Expose Insidentil di Jakarta, Senin (1/12).
Pernyataan Arif tersebut merespons pertanyaan terkait potensi penerbitan obligasi atau pun utang perbankan, mengingatkan saat ini perseroan belum juga mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perihal rencana rights issue yang sebelumnya diharapkan meraih restu OJK pada 17 November 2025.
Seperti diketahui, saat ini INET masih berproses melakukan aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PM-HMETD) alias rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 12,8 miliar saham bernilai nominal Rp10 per saham atau setara 57,14 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
“Saat ini kami masih menunggu update terbaru dari OJK. Hingga kini kami sudah menjawab seluruh pertanyaan yang disampaikan oleh OJK terkait dengan rencana rights issue,” tegas Arif.














