Ditambahkannya, inflasi kelompok administered prices sesuai pola musiman juga meningkat. Kelompok administered prices mencatat inflasi sebesar 0,48% (mtm) pada Mei 2019, meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,16% (mtm).
Inflasi kelompok administered prices bersumber dari tarif angkutan antarkota, tarif angkutan udara, tarif kereta api, rokok kretek filter, dan tarif parkir.
“Secara tahunan, kelompok administered prices mencatat inflasi 3,38% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,17% (yoy),” imbuhnya.
Dia menjelaskan inflasi inti tetap terkendali, meskipun meningkat dibandingkan level bulan sebelumnya. Inflasi inti Mei 2019 tercatat 0,27% (mtm), meningkat dibandingkan inflasi April 2019 sebesar 0,17% (mtm).
Adapun komoditas utama penyumbang inflasi inti ialah nasi dengan lauk dan gula pasir.
“Secara tahunan, inflasi inti tercatat 3,12% (yoy), meningkat dibandingkan dengan level April 2019 sebesar 3,05% (yoy). Inflasi inti yang terkendali tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, termasuk dalam menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya,” pungkasnya.














