Sedangkan kelompok administered prices kembali mencatat deflasi. Kelompok administered prices mengalami deflasi 0,11% (mtm), melanjutkan perkembangan deflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,28% (mtm).
Perkembangan deflasi ini dipengaruhi oleh penurunan harga tarif angkutan udara dan Bahan Bakar Khusus, sedangkan harga rokok kretek filter, rokok putih, dan Bahan Bakar Rumah Tangga (BBRT) meningkat.
Secara tahunan, komponen administered prices mencatat inflasi 0,54% (yoy), sedikit menurun dibandingkan dengan inflasi administered prices pada bulan sebelumnya sebesar 0,64% (yoy).
Inflasi volatile food menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Inflasi kelompok volatile food tercatat sebesar 1,27% (mtm), melambat dibandingkan dengan inflasi bulan Januari 2020 sebesar 1,93% (mtm).
Namun demikian, perkembangan inflasi volatile food ini lebih tinggi dari rerata lima tahun terakhir yang tercatat deflasi 0,76% mtm, antara lain disebabkan oleh gangguan pasokan pangan akibat kondisi cuaca yang kurang menguntungkan.
Beberapa komoditas volatile food yang mencatat kenaikan harga antara lain bawang putih, aneka cabai, dan minyak goreng.
“Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat 6,68% (yoy), meningkat dari inflasi pada bulan,” pungkasnya















