Inflasi inti yang tetap terkendali tidak terlepas dari konsistensi kebijakan BI dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, termasuk dalam menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya.
Inflasi volatile food pada November 2018 lebih rendah dari pola historis, meskipun meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya.
Kelompok volatile food mengalami inflasi 0,23% (mtm) pada November 2018, meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 0,17% (mtm).
Namun demikian, realisasi inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan rerata historis inflasi bulan November dalam tiga tahun terakhir sebesar 0,86% (mtm).
Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat 4,32% (yoy), melambat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 4,48% (yoy).
Inflasi volatile food pada bulan November 2018 terutama bersumber dari komoditas bawang merah, beras, telur ayam ras, tomat sayur, dan wortel.
Sementara itu, harga komoditas pangan lainnya seperti cabai merah, daging ayam ras, melon, pepaya, cabai rawit, dan minyak goreng menurun.
Inflasi kelompok administered prices tetap terjaga, meskipun meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya.
Inflasi kelompok administered prices pada bulan November 2018 sebesar 0,52% (mtm), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 0,32% (mtm).













