Peningkatan inflasi kelompok ini terutama bersumber dari inflasi tarif angkutan udara seiring peningkatan permintaan menjelang akhir tahun.
Peningkatan inflasi juga dipengaruhi dampak lanjutan dari kenaikan harga Bahan Bakar Khusus pada Oktober 2018.
Selain itu, kenaikan inflasi rokok kretek filter dan rokok kretek juga turut menjadi pendorong inflasi kelompok administered prices pada bulan ini.
Secara tahunan, kelompok administered prices mengalami inflasi 3,07% (yoy), meningkat dibandingkan dengan kondisi bulan sebelumnya sebesar 2,74% (yoy).
“BI memandang inflasi yang terkendali tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi sehingga mendukung pencapaian sasaran inflasi 2018 sebesar 3,5±1%. Ke depan, BI akan tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi tetap berada pada level yang rendah dan stabil,” pungkasnya.













