LABUAN BAJO-Kontribusi pembangunan infrastruktur di kawasan destinasi wisata Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat sifnifikan. Data menyebutkan, jumlah PAD Mabar melonjak naik hingga 100 % sejak daerah ini ditetapkan menjadi salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Jika pada 2017 lalu, jumlah PADnya sebesar Rp 70 miliar maka di tahun 2018, PAD Mabar meningkat tajam mencapai Rp 135 miliar.
“Sejak Labuan Bajo dijadikan sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas, percepatan pembangunan terus dilakukan. Dan dampak pembangunan terlihat sangat signifikan pada kenaikan PAD Labuan Bajo,” ujar
Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Bali Baru Kementerian Pariwisata, Hiramsyah S. Thaib Jumat (12/7).
Dia mengatakan, pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan yang dilakukan pada 8 kabupaten di Flores, baik pembangunan yang berkaitan dengan Atraksi, Aksesibilitas, maupun Amenitasnya.
Sebab diyakini, sektor pariwisata menjadi salah satu andalan untuk meningkatkan PAD. Untuk itu, sektor pariwisata harus didukung guna memberikan multyplayer efek bagi ekonomi masyarakat.
“Sektor pariwisata sangat penting dikembangkan dalam upaya peningkatan (PAD),” katanya.















