Dengan topik “Wonderful Tourism Ambassador 4.0 for Super Society 5.0” dan kepada lebih dari 300 mahasiswa baru, Anang Sutono mengingatkan bahwa para mahasiswa Poltekpar harus mendidik diri untuk memiliki karakter sebagai pemimpin pariwisata masa depan, yang memiliki visi, misi dan konsep. Ciri seorang pemimpin adalah, ketika ucapan dan tindakannya memengaruhi masyarakat sekitar untuk mengikutinya.
“Dalam konteks revolusi industri 4.0, setiap anak didik harus memiliki masteri digital karakter yang beratitud dan berkeahlian yang sesuai dengan perkembangan aspek-aspek digital atau berbasis internet. Tidak cukup hanya menjadi orang yang mampu memengaruhi saja tetapi juga menjadi orang yang familiar dengan internet, sebagai misal. Jika kemampuan itu tidak ada, sudah barang tentu akan memperlambat perkembangan pariwisata dan kalah berkompetisi dengan negara lain,” jelas Anang Sutono yang Alumnus Lemhannas PPSA XXI.
Oleh karena itu, pemimpin pada era digital ini, setiap individu dituntut untuk mampu “melakukan hal yang benar” (do the right thing) dan sekaligus melakukan hal tersebut “dengan benar” (do the things right).
Hal ini menjadi dasar bagi terjadinya pariwisata berkelanjutan (Sustainable tourism) dalam wujuju manfaat bagi ekonomi (prosperity), lingkungan (planet) dan masyarakat (people).
Pariwisata hanya sebagai bisnis instan jika hanya sekedar kesejahteraan saja tanpa melihat aspek lingkungan dan masyarakatnya.















