Ia mengaku sangat bahagia karena tidak hanya turut merayakan HUT ke-60 Nostra Aetate, namun lebih daripada itu.
Ia berjumpa Paus Leo XIV di Vatikan Bahkan dirinya boleh menyerahkan dua buku kepada Paus Leo XIV yang merupakan refleksi akademis tentang model kepemimpinan ekoteologis interreligius.
“Betapa pun, Paus adalah Wakil Kristus langsung di bumi!”, tandasnya. “Holy Father, I’am Aloys Budi Purnomo, diocesan priest of Semarang, Indonesia, Secretary for Interreligious Dialogue Commission of Indonesian Bishop Conference! Saya bilang begitu lalu mencium tangan Paus Leo. Sesudah itu saya menyerahkan buku kepada Bapa Suci,” beber Romo Budi.
Yang mengejutkan buat Romo Budi adalah respons Bapa Suci kepadanya.
“Oh this is very important for the future. Yeah, based on Laudato Encyclal. Thank you very much!”, kata Romo Budi mengutip tanggapan Paus Leo sambil mengamati kedua buku tersebut. Saat mendengar suara Bapa Suci itu, dirinya merasa sangat tersanjung. “Bahagia, serasa terbang ke langit,“ ujarnya.
ZAMAN KITA
Nostra Aetate (Zaman Kita) adalah sebuah dokumen yang dihasilkan Konsili Vatikan II pada 1965. Sejak 2008, Romo Budi yang merupakan imam dari Keuskupan Agung Semarang (KAS), sudah gigih menghayati Nostra Aetate.











