Terutama karena pada waktu itu, ia menjabat sebagai Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan di KAS. Jabatan itu diembannya selama sebelas tahun. Nostra Aetate juga, jelasnya, yang membawanya sampai bertemu dengan Paus Leo.
Dua buku yang diserahkan kepada paus adalah, pertama adalah disertasi yang berjudul “A Model of Interreligious Ecotheological Leadership Model Based on the Laudato Si’ Encyclal in the Context of the North Kendeng Mountain Community”.
Buku ini berisi tentang model kepemimpinan ekoteologis interreligius untuk perawatan Bumi, rumah bersama.
Buku itu menandai kelulusan Romo Budi sesudah dua tahun menempuh dan menyelesaikan studi pada Program Doktor Ilmu Lingkungan (2019-2021) di Universitas Katolik Soegijapranata.
Sedangkan buku kedua, lanjutnya, merupakan kumpulan artikel Romo Budi yang sudah diterbitkan di berbagai jurnal internasional dengan topik seputar Interreligious Ecotheological Leadership dan diterbitkan sebagai souvenir saat dirinya menempuh ujian terbuka disertasi.
Dengan kedua buku itu ia berharap, ke depan dialog lintasagama dapat menjadi gerakan konkret perawatan Bumi rumah bersama.
“Semoga kita bisa menghayati ajaran Nostra Aetate dalam berjalan bersama di tengah keberagaman dengan iman, harapan, dan kasih kepada semua orang tanpa diskriminasi!”, kata Romo Budi mengakhiri sharingnya











