Namun begitu, dia belum dapat memastikan dari mana percusor itu dipasok hingga berada di tangan AC. “Jadi semua dikendalikan AT melalui handphone, Kita belum dapat pastikan dari mana itu, Segera AT akan Kami jemput dan dimintai keterangannya untuk pengembangan pengungkapan kasus ini,” ungkap Arman.
Menurut pengakuan tersangka AC kepada Arman, dalam semalam mampu memproduksi 500 butir pil ekstasi. Dari barang bukti yang ada, Arman menyebutkan terdapat 2.600 pil ekstasi siap edar, sabu-sabu, dan bahan baku percusor. “Kita perkirakan dari barang bukti yang ada bisa mencetak 15-20 ribu pil ekstasi dari bahan baku tersebut,” ungkapnya. (Raja Tama)














