Selain itu selama berkerja sama dengan BPJS tidak ada kendala yang serius yang dihadapi.
“Sejauh ini tidak ada kendala yang lebih jauh sih. Kalau masalah Bpjs telat bayar iya pernah tapi tidak sering. Makanya saya berharap kedepan hal ini perlu di antisipasi,” katanya.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Permata, dr Heldy mengatakan Rumah Sakit Permata bergabung untuk menjadi mitra BPJS dimulai sejak 2017.
“Sebenarnya kami mengajukan sejak 2013 yang lalu. Tapi baru di setujui oleh BPJS February 2017 tahun kemarin,” katanya.
Saat ini, Rumah Sakit Permata terus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Hal yang dilakukan yaitu dengan melengkapi semua poli dan menambah sejumlah Dokter.
“Allhamdulillah kami sudah lumayan 50 orang Dokter spesialis dan semua nya lengkap dengan profesi masing-masing,” ujarnya.
Tak hanya itu, RS Permata juga memiliki beberapa perlengkapan antara lain ruangan dan kelengkapan operasi yang memadai, program bayi tabung serta laboratorium.
“Kami sudah mulai melengkapi dan bahkan terkadang beberapa rumah sakit lain Rujukannya kesini juga,” imbuhnya.
Saat ini sambungnya, Rumah Sakit Permata dalam sehari terdapat 400 pasien yang mengunjungi.
“Sekita 300 sampai 400 perhari,” pungkasnya















