Kemi mengakui, selama bekerja membersihkan dan menjaga Gereja, tidak pernah ada hal yang menyinggungnya dalam beribadah dan hidup bersosial.
Menurut dia, meski terdapat perbedaan dalam keyakinan Kemi dan keluarga serta pengurus dan tamu-tamu Gereja saling sayang dan menghargai.
“Sama-sama saja. Engga ada perbedaan yang bagaimana. Kita sama-sama tahu dan saling menghormati dan menjaga kebersamaan jadi engga pernah ada kesalah pahaman. Saya Jawa mereka Batak, beda. Tapi nyaman sama-sama,” pungkasnya.














