Bahkan seorang founding fathers Amerika, Thomas Jeffersen, pernah mengatakan, “Lebih baik memiliki pers tanpa pemerintah, daripada memiliki pemerintah tanpa pers”.
“Ini artinya, posisi dan peran pers itu sangat penting sekali,” imbuhnya.
Walaupun berada di luar sistem politik formal, keberadaan pers sebagai Pilar ke 4 Demokrasi memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi massa serta memberikan pendidikan kepada publik sekaligus menjadi alat kontrol sosial. Karena itu, ditengah polarisasi politik yang terjadi saat ini, Intan mengajak para pekerja media untuk bekerja secara profesional.
“Jadilah garda terdepan dalam mewartakan hal-hal positif. Salah satunya, dengan tidak mewartakan berita hoax kepada masyarakat,” jelasnya.
Sebab hoax ujar Intan salah satu sumber bencana besar yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Untuk itu, Intan berharap, pers harus selalu professional.
“Saya juga mengajak teman-teman media untuk mengedepankan hati dalam penulisan berita. Pers harus menjadi penyalur pesan damai bagi masyarakat,” terangnya.
Intan yang juga Ketua DPP PAN mengaku, wartawan tidak sekedar sahabat, tetapi mitra atau patner strategis. Namun demikian, dia tidak menutup mata dengan ada oknum wartawan nakal yang terkadang mencederai misi suci para jurnalis.















