“Mohon maaf, katakanlan wartawan tanpa surat kabar (WTS) atau bodrex. Tetapi saya mendengar, sejak kepengurusan mas Donny (Ketua Press Room DPR), WTS di DPR sudah berkurang mesti masih ada 1-2 orang pentolan. Saya salut dan bangga atas tekad pengurus wartawan press room ini yang membersihkan WTS ini dari DPR,” tuturnya.
Intan mengaku pernah mengalami trial by press. Beruntung, Intan memiliki banyak sahabat media yang mendukung dengan menyajikan pemberitaan yang positif dan kontruktif.
“Sampai pada satu titik bahwa pemberitaan positif ataupun negative menjadi vitamin untuk memperkuat eksistensi saya sebagai politisi,” pungkasnya.















