Selain itu, pada pertemuan tahunan tingkat Gubernur Bank Sentral anggota ASEAN disepakati 2 (dua) poin komitmen utama sebagai berikut:
Pertama, mendorong terus berlangsungnya sistem pembayaran yang handal, aman dan efisien sehingga kawasan ASEAN dapat berperan sebagai blok ekonomi yang lebih kompetitif.
Dan Kedua, mendukung inisiatif pengembangan sistem pembayaran lintas batas antar negara anggota ASEAN, yang diharapkan dapat mendorong perdagangan dan pariwisata intra-ASEAN;
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan BI mendukung inisiatif yang dibahas pada kedua pertemuan ASEAN tersebut, yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan, khususnya dalam memanfaatkan perkembangan ekonomi digital.
“Sesuai visi ASEAN, inisiatif ASEAN tersebut juga harus bertujuan untuk mencapai stabilitas sistem keuangan dan inklusivitas di kawasan,” jelasnya.
Dalam pertemuan yang mengangkat tema “Advancing Partnership for Sustainability” tersebut, Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan ASEAN menggarisbawahi tiga pilar utama untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif dan berkesinambungan, yaitu konektivitas, sustainabilitas, dan resiliensi perekonomian dan sistem keuangan.
Pertemuan juga dihadiri oleh lembaga internasional International Monetary Fund (IMF) dan ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) sebagai mitra ASEAN. Kehadiran lembaga-lembaga tersebut dimaksudkan untuk bertukar pandang mengenai kondisi terkini ekonomi global dan regional.















