JAKARTA – Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (DILD) terus memperkuat kinerja dan struktur keuangan. Langkah penguatan keuangan itu dilakukan Perseroan secara konsisten selama tiga tahun terakhir melalui strategi deleveraging. Hasilnya pun cukup positif.
Direktur Utama DILD Archied Noto Pradono dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (11/8/2025), menjelaskan, strategi deleveraging menjadi strategi prioritas Perseroan untuk melakukan efisiensi pembiayaan. Perusahaan memperkuat keuangan dan menciptakan ruang pertumbuhan lebih sehat dan berkelanjutan.
Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan pelunasan, pengurangan dan atau refinancing beban utang dan bunga serta penjualan aset non-core sehingga lebih efisien. Strategi penguatan keuangan melalui deleveraging berbuah manis.
Hingga 30 Juni 2025 atau pada semester I 2025, total utang Perseroan tercatat sebesar Rp4,38 triliun. Jumlah tersebut menyusul sebesar Rp687 miliar, atau sebesar 14 dibandingkan posisi per 31 Desember 2022 tercatat Rp5,06 triliun.
Turunnya jumlah utang ini mencerminkan keberhasilan upaya kami dalam mengelola kewajiban keuangan secara berkelanjutan dan memperbaiki struktur finansial perusahaan.
Seiring penurunan jumlah utang, beban bunga DILD juga turun signifikan, sebesar 16,7% dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2022, DILD membayar beban bunga pinjaman sebesar Rp518,1 miliar dan di tahun 2023 turun menjadi Rp489,9 miliar. Penurunan tersebut berlanjut pada tahun 2024 dengan jumlah beban bunga sebesar Rp431,8 miliar. Pada 30 Juni 2025, beban bunga Perseroan tercatat sebesar Rp176,3 miliar.














