CIREBON-Upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat regulasi penyaring investasi guna membendung investasi bodong ternyata belum membuahkan hasil. Faktanya, geliat investasi bodong kembali meningkat. Bahkan, dibeberapa daerah, pelaku investasi bodong ini suka gonta-ganti nama. Hal ini menyulitkan OJK memberantas investasi bodong karena mereka bergerak di garis abu-abu, alias belum diatur.
Salah satu investasi bodong yang meresahkan adalah (Mavrodi Mondial Moneybox). Investasi ini menawarkan keuntungan 30 persen tiap bulan dengan sistem Manusia Membantu Manusia. Meski belum ada laporan kerugian dari konsumen, OJK telah mencoba memblokir situs ini, namun sekarang muncul lagi.
Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, Agus Sugiarto mengatakan, salah satu cara memberantas investasi bodong adalah dengan memberi edukasi dan memperkenalkan layanan perbankan ke masyarakat daerah.
Menurutnya, sebanyak 59 persen masyarakat Indonesia belum melek masalah keuangan. Mereka berpotensi ditipu oleh investasi bodong. “Literasi dan edukasi keuangan dalam rangka menciptakan inklusi keuangan bisa mencegah investasi bodong seperti MMM itu. Kita beri edukasi ke masyarakat, kita jelaskan apa itu tabungan, deposito dan mereka tahu manfaat produk,” ucap Agus di Cirebon, Minggu (13/2).















