Menyinggung soal pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) agaknya dapat dipertimbangkan dengan memperhatikan keselamatan secara ketat.
Pembangunan ini membutuhkan biaya investasi sebesar US$ 3 miliar per 1 GW.
“Biaya investasi pembangkit nuklir dapat bervariatif tergantung teknologi dan fasilitas keselamatan lingkungan yang dibangun,” imbuhnya.
Sedangkan pembangunan cadangan penyangga energi BBM, LPG, crude oil dalam 30 hari membutuhkan biaya lebih kurang US$ 9 miliar.
Terdapat beberapa program untuk pengembangan energi untuk memenuhi kebutuhan energi termasuk infrastruktur pendung lainnya seperti pelabuhan, jalan, storage, loading unloading facilities dan sebagainya, sampai dengan 2050 yang memerlukan biaya investasi yang cukup besar.
“Hal ini membutuhkan skema pembiayaan,” pungkas. (ek)














