JAKARTA-Hasil survei Manulife Investor Sentiment Index (MISI) menunjukkan adanya tren penurunan sentimen investor Indonesia, terutama pada investasi di saham dan reksa dana. Sentimen terhadap investasi di saham dan reksa dana mengalami penurunan terbesar atau memasuki area negatif, yakni minus 20 untuk saham dan minus 14 untuk reksa dana. Hal ini sejalan dengan penurunan sentimen di kawasan Asia, seperti Jepang, Taiwan dan Hong Kong. “Temuan survei menggarisbawahi kekhawatiran para investor pada keadaan ekonomi, pasar dan lapangan kerja. Masyarakat menunggu dan tidak bereaksi, karena tidak yakin apa yang harus dilakukan,” kata Director of Business Development PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Putut Andanawarih di Jakarta, Kamis (14/11).
Untuk diketahui, MISI di Asia diadakan setiap kuartal untuk mengukur pandangan investor dan perilaku kelas aset penting serta sarana investasi di tujuh pasar Asia.
Survei MISI dilakukan melalui 500 wawancara secara online di Hong Kong, China, Taiwan, Jepang dan Singapura. Di Indonesia dan Malaysia, survei ini dilakukan melalui tatap muka. Para responden merupakan investor kelas menengah-atas yang berusia 25 tahun ke atas.
Nilai aset yang diinvestasikan responden cukup beragam, mulai dari Indonesia yang senilai US$1.300 hingga di Jepang US$80 ribu. Kelas aset yang diukur MISI Asia adalah saham, real estat, reksadana, investasi pendapatan tunai dan uang tunai.
Berdasarkan hasil survei tersebut, menurut Putut, menunjukkan bahwa para investor di Asia tidak mencari investasi berisiko. “Hal itu sangat wajar, terutama berkaitan dengan dana jangka panjang mereka,” imbuhnya.













