Secara umum, indeks di Asia pada kuartal ketiga turun menjadi 15 dari 21 di kuartal kedua akibat adanya wacana tapering-off kebijakan quantitatif easing The Fed AS, ketidakstabilan pasar saham dan harga properti. “Responden di Indonesia tertarik untuk memindahkan uang tunai menjadi logam mulia, properti, asuransi dan deposito berjangka dengan jaminan bunga rendah,” kata Putut.













