JAKARTA – Produksi prototype jet tempur Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) menyerap dana sekitar US$ 8 miliar atau sekitar Rp 78,4 triliun.
“Kita join, totalnya US$ 8 miliar. Porsinya 20% ditanggung Indonesia dan 80% ditanggung Korsel,” kata Manager Komunikasi PT Dirgantara Indonesia (DI), Sonny S Ibrahim di Jakarta, Jumat (14/6).
Menurut Sonny, produksi bersama Jet tempur ini merupakan program kerjasama antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan Korea Selatan.
“Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan mengalokasikan anggaran mencapai US$ 1,8 miliar atau senilai Rp 15,68 triliun,” tambahnya.
Sonny menambahkan sementara biaya sekitar 80% atau setara US$ 6,2 miliar untuk pengembangan industry militer ini ditanggung oleh Korea Selatan.
Saat ini, proses pengembangan jet tempur KFX IFX masuk ke tahap II yakni enjineering manufacturing development.
Setelah proses ini, baru dilanjutkan pada tahap ke II yakni produksi dan pemeliharaan.
“Enjineering manufacurting development. Mulai detail desain, persipan produksi, pengerjaan 6-8 prototyping, testing dan sertifikasi. Itu butuh 8 tahun,” ujarnya.
Lebih jauh kata Sonny, pesawat tempur ini siap diproduksi pada 2020, untuk pembuatan struktur pesawat KFX/IFX dibuat di markas Dirgantara Indonesia di Bandung Jawa Barat.













