JAKARTA-Manulife Investor Sentiment Index (Manulife ISI) menunjukkan investor Indonesia tercatat sebagai investor paling optimis terhadap investasi di Asia (+54) diikuti oleh Malaysia (+52) di posisi kedua. Indeks tersebut lebih tinggi dari pada negara-negara maju Asia lainnya seperti Hong Kong (-4) dan Taiwan (-8) yang mencatat sentimen paling rendah.
Namun menurut Presiden dan CEO Manulife Asia Robert A. Cook, masih banyak orang Indonesia yang belum berinvestasi. Bahkan lebih dari setengah responden Indonesia (55 persen) mengatakan sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk berinvestasi di saham/ekuitas karena “kondisi pasar yang tidak stabil”, dan diikuti oleh persepsi bahwa instrumen investasi lainnya dapat memberikan keuntungan yang lebih tinggi (38 persen).
Hanya 30 persen dari investor di Indonesia yang setuju bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi di saham/ekuitas. Para investor Indonesia lebih optimistis terhadap dana tunai (+90) dan properti, baik rumah sendiri (+84) maupun properti lainnya (+70), namun kurang tertarik pada saham/ekuitas (-8), hal ini kontras dengan Hong Kong dan Taiwan yang justru sebaliknya. “Investasi pendapatan tetap (+66) menjadi pilihan investasi lain yang diminati oleh investor dibandingkan reksa dana/unit trusts (+24),” kata dia.













