Menurut dia, hanya 30 persen dari investor di Indonesia mengatakan bahwa mereka masih tertinggal dalam memenuhi tujuan keuangan mereka. Mayoritas responden mengambil langkah-langkah untuk mencapai tujuan keuangan mereka dengan cara menabung (68 persen) diikuti oleh mengurangi pengeluaran (53 persen).
Semua investor merasa tidak perlu berkonsultasi dengan konsultan keuangan karena merasa dapat mengelola investasi mereka sendiri. Kalangan generasi muda dan tua memiliki prioritas keuangan yang berbeda. Para generasi muda memprioritaskan dukungan pendidikan anak-anak mereka dan kesejahteraan orang tua sebelum menabung untuk pensiun. Sementara generasi tua memprioritaskan keuangan mereka untuk kesehatan, dan membiayai standar hidup mereka. “Mayoritas (96 persen) dari investor Indonesia mengatakan posisi keuangan mereka sama atau lebih baik dari dua tahun lalu dan hampir semua (66 persen) percaya bahwa posisi keuangan mereka akan sama atau bahkan lebih baik dalam dua tahun ke depan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Singapura dan Malaysia,” jelas dia.
Investor paling optimistis di Asia adalah China, dimana 68 persen berharap kondisi mereka akan lebih baik dalam waktu dua tahun ke depan. Hal ini kontras dengan Jepang, dimana hanya seperempat yang mengharapkan lebih baik.













