Sampai 2019, indikator “perekonomian hijau” di Indonesia tumbuh cukup signifikan dengan total “green loans” di 133 miliar dolar AS (Rp 1,850 triliun), pengeluaran akumulatif “green bonds” 169 juta dolar AS dan pengeluaran “green sukuk” Pemerintah 2 juta dolar AS.
Wimboh Santoso dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia serta sektor jasa keuangan berada dalam kondisi yang stabil dan terjaga termasuk untuk menghadapi kondisi pelambatan perekonomian global.
OJK menurut Wimboh bersama Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah Indonesia memiliki komitmen kuat untuk merespons tantangan-tantangan eksternal dengan berbagai kebijakan yang antisipatif, diantaranya Pemerintah meluncurkan berbagai tax incentives untuk menarik investasi masuk ke Indonesia.
Bahkan BI sendiri telah menurunkan suku bunga sebanyak 50bp ke level 5.5% dalam dua bulan terakhir untuk antisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
OJK berkerjasama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah baik pusat maupun daerah, Kadin, Apindo dan pelaku di industri keuangan untuk pengembangan sektor unggulan, yaitu: Pariwisata, Manufaktur, Pertambangan, Agribisnis dan Perikanan.
Pengembangan sektor unggulan ini diharapkan dapat meningkatkan ekspor dan substitusi impor, membuka lapangan kerja dan meningkatkan tax based.













