JAKARTA–Bank Indonesia (BI) mengakui pergerakan nilai tukar rupiah terus menunjukkan penguatan dalam beberapa hari terakhir yang dipicu empat penyebab, termasuk di antaranya keyakinan membaiknya defisit neraca transaksi berjalan.
Gubernur BI Perry Warjiyo dalam silaturahim dan sykuruan 64 tahun Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Jakarta, Senin, (28/1/2019) memamerkan bahwa kepercayaan investor global semakin membaik ke pasar keuangan domestik, terutama instrumen obligasi pemerintah dan korporasi.
Tanpa merinci jumlah modal asing yang masuk, Perry menyebut instrumen saham juga terus menarik dan mampu mengikat modal asing yang masuk.
Merinci data BI pada 2-24 Januari 2019, dana asing yang masuk (inflows) mencapai Rp19,2 triliun ke instrumen obligasi pemerintah, saham dan juga obligasi korporasi.
“Satu bahwa keyakinan investor asing terus kuat dan itu terbukti dari terus masuknya aliran modal asing tidak hanya penanaman modal asing, tapi juga investasi portofolio baik di obligasi, saham maupun jenis-jenis aset lain,” ujar dia.
Adapun nilai tukar rupiah hingga Senin ini kembali menunjukkan penguatan. Nilai rupiah di pasar spot pada pembukaan Senin pagi bergerak menguat 60 poin menjadi Rp14.033 dibanding posisi sebelumnya Rp14.093 per dolar AS.













