Menurut Perry, pemicu kedua adalah kebijakan antara pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan dan BI dalam memperbaiki fundamental perekonomian. Dia menyebut langkah pemerintah mempermudah ekspor barang dan memperbaiki logistik untuk kemudahan produksi telah meningkatkan kepecayaan pelaku pasar.
“Bagaimana prosedur yang tidak perlu dalam mendorong ekspor bisa dihilangkan dan juga penataan logistik, sebagaimana Anda ketahui sejumlah prosedur terkait lembaga surveyor, maupun pengaturan logistik di pelabuhan untuk ekspor akan sangat disederhanakan,” ujar dia.
Selanjutnya, Perry mengklaim transaksi untuk kebutuhan pelaku pasar di pasar valas sudah berkembang. Dengan kata lain, upaya pendalaman pasar mulai membuahkan hasil. Instrumen Domestik NDF, ujar dia, semakin diminati untuk memenuhi kebutuhan valas pelaku pasar sehingga pelaku pasar tidak hanya bertumpu pada pasar spot ketika membutuhkan pasokan valas.
“Kami pastikan bahwa likuiditas valas ada, baik di spot, maupun Domestik NDF dan pelakunya sekarang tidak hanya pelaku dalam negeri tapi juga investor asing,” ujar dia.
Pemicu terakhir adalah keyakinan defisit transaksi berjalan yang akan membaik di awal tahun 2019 ini. Perry pernah melontarkan proyeksinya bahwa defisit neraca transaksi berjalan di kuartal I 2019 ini bisa di bawah tiga persen dari PDB. Adapun untuk keseluruhan 2018, Bank Sentral memproyeksikan defisit transaksi berjalan di kisaran tiga persen dari PDB.













