JAKARTA-Direktorat Jenderal Perudingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong International Pepper Community (IPC) untuk terus melakukan proses proses evolusi industri lada global menjadi lebih baik.
Salah satunya dengan mengadakan program yang inovatif dan riset ilmiah agar stabilitas harga lada global tetap terjaga.
Hal ini diungkap Direktur Jenderal Perundingan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono selaku National Liaison Officer (NLO) Indonesia untuk IPC saat membuka kegiatan seminar web (webinar) bertajuk “Evolution of the Pepper Industry: Expanding the Global Consumption Through its Value-Added Products and Innovation” yang digelar beberapa waktu lalu.
Webinar ini merupakan bagian dari perayaan hari jadi International Pepper Community (IPC) ke-50 sekaligus peringatan hari lada internasional (International Pepper Day).
“Tema yang diusung dalam perayaan 50 tahun IPC dan perayaan Hari Lada Internasional sejalan dengan kebutuhan industri lada saat ini. Diharapkan Sekretariat IPC dapat menghasilkan program yang inovatif dan riset ilmiah mengenai ide-ide baru untuk penggunaan lada, khususnya dalam industri besar,” ujar Djatmiko.
Djatmiko menyebut harga lada relatif stagnan dibandingkan komoditas lain yang mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19, seperti kelapa sawit.













