Pada segmen CBU, kembali adanya pembatasan jumlah kendaraan yang masuk di negara tujuan ekspor menyebabkan jumlah ekspor CBU di Agustus 2020 kembali turun menjadi 15.021 unit atau turun tipis 7,54 persen (m-o-m), terdiri dari ekspor sebanyak 13.844 unit atau turun 6,07 persen (m-o-m) dan impor turun 21,95 persen menjadi 1.177 unit.
Meski dari segmen alat berat dan CBU menunjukan penurunan pada Agustus 2020, namun jika dibandingkan dengan periode April-Mei saat terjadi penurunan signifikan, maka penanganan kargo di Agustus 2020 masih lebih baik.
“Diharapkan kegiatan ekspor impor dapat segera pulih,” ucap Sofyan.
Di Terminal Domestik jumlah kargo/throughput yang ditangani kembali menunjukan perbaikan.
Pada segmen CBU, jumlah yang ditangani sebanyak 7.561 unit atau naik 8,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 6.996 unit.
Pada segmen alat berat, ditangani sebanyak 1.445 unit atau naik 8,89 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Untuk segmen kargo umum, ditangani sebanyak 865 m3 atau naik 38,59 persen (m-o-m). Tidak ketinggalan, kargo sepeda motor sebanyak 1.584 unit atau naik 29,20 persen (m-o-m),” sebut Sofyan.
Meski secara akumulasi di sepanjang tahun ini hingga Agustus 2020 jumlah kargo yang ditangani belum seramai dan sepadat tahun sebelumnya, namun secara bulanan di periode pertengahan Kuartal II dan Kuartal III-2020 mulai menunjukan adanya perbaikan jumlah kargo yang ditangani.












