Sementara itu, Direktur Keuangan SRIL, Allan Moran Aeverino mengaku perseroan menyiapkan dana sebesar Rp2,4 trilun guna melakukan ekspansi divisi spinning dan divisi garmen. Dana tersebut sebesar Rp1,4 triliun berasal dari penawaran saham perdana sementara sisanya pinjaman perbankan. “Investasi tersebut sebesar Rp1,4 triliun dari equity sisanya kita ada dari pinjaman tiga bank lokal,” ungkapnya
Dana tersebut, akan digunakan untuk pembelian mesin pintal sebesar Rp2 triliun dan mesin garmen Rp400 miliar. Perseroan berencana menambah 5000 mesin jahit dan 287 ribu mata pintal. “Pembangunan pabrik akan dilakukan di tahun ini, dan diharapkan dapat selesai akhir tahun depan,” jelasnya.
Â
Lebih lanjut pabrik garmen akan dibangun dilahan seluas 2-5 hektare sementara pabrik untuk spinning akan dibangun dilahan seluas 10-15 hektare. Adapun lokasinya di pabrik akan dibangun di Sukoharjo dan sekitar Jawa Tengah. “Ada beberapa lokasi yang sedang kami rundingkan, tapi letak pabrik tidak akan berjauhan untuk memudahkan kami, saat ini ada di Sukoharjo dan Jawa Tengah,” pungkasnya. **can
Â













