JAKARTA-Pemerintah Indonesia meminta Iran menanamkan investasi di Indonesia. Dua sektor andalan yang bisa digarap Iran yaitu petrokimia dan infrastuktur. Apalagi, Iran memiliki penguasaan bisnis dan pengembangan teknologi di bidang tersebut.
Harapan ini disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin), Saleh Husin saat menerima Duta Besar Iran untuk Indonesia, Valiollah Mohammadi di Jakarta, Jumat (8/5).
Menurutnya, Iran merupakan penghasil minyak dan gas yang penting di dunia. Mereka tidak hanya memproduksi secara mentah tapi telah lama mengembangkan industri migas ke tingkat yang lebih lanjut. “Seperti pada gas, telah dikembangkan untuk produksi amonia yang mendukung industri petrokimia yang salah satunya memproduksi pupuk,” katanya.
Amonia juga dimanfaatkan untuk produksi plastik, fiber, bahan peledak, refrigerasi, dan proses purifikasi.
Indonesia yang tengah memacu penguatan struktur industri, imbuhnya membutuhkan kerja sama dengan negara yang handal mengembangkan industri petrokimia seperti Iran. Di negara Timur Tengah itu, industri itu dilakukan oleh National Petrochemical Company (NPC), di bawah Kementerian Minyak dan Gas (Petroleum) Iran.
Selain petrokimia, Indonesia juga berharap Iran menanam modal di bidang infrastruktur. “Investasi infrastruktur adalah penanaman modal jangka panjang. Saya optimistis, iklim bisnis di Tanah Air menarik bagi Iran dan mereka akan mengikuti jejak investor negara lain yang telah menanam dan meningkatkan modalnya di Indonesia,” kata Menperin.














