JAKARTA-Pasar Asia kemungkinan masih akan menguat pada Rabu (29/5) mengikuti kenaikan indkes global semalam. Namun untuk IDR masih rawan pelemahan dan kemungkinan bisa menembus Rp.9.900 per USD kendati penutupan kemungkinan berkisar antara Rp.9.830-Rp.9.880 per USD.
Analisa valas PT Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih mengatakan nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan pelemahan, ditutup di Rp.9.862 per USD (kurs tengah Bloomberg) sedangkan yen melemah kembali ke 102,19 per USD. Pelemahan yen juga menjadi alas an penguatan sebagian besar bursa Asia termasuk bursa Indonesia (IHSG).
IHSG ditutup naik ke 5.176,23 (+1,79%). Sedangkan bursa global utama ditutup naik. Dow mencatat rekore baru di 15.409 (+0,69%) dan imbal hasil Treasury bond 10 tahun naik menjadi 2,160% (+0,152). “Pasar Asia kemungkinan masih naik didukung mengikuti penguatan di bursa global semalam, dan didukung indeks futurenya yang positif. Untuk IDR kemungkinan masih berpotensi melemah jika yen melanjutkan pelemahan. Namun level IDR saat ini cukup rawan dan mudah menembus Rp.9.900 per USD jika tidak dikendalikan,” jelas dia.
Menurut sia, pemerintah akan berikan stimulus untuk industry setengah jadi. Pemerintah berencana memberikan insentif fiscal untuk barang setengah jadi untuk menekan impor barang modal dan bahan baku/penolong yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi berupa keringanan pajak.













