“Penjelasan diperpanjang di muka itu pada saat ijin prinsip keluar sudah dengan perpanjangannya. Setelah itu bisa diperpanjang lagi selama 35 tahun. Artinya 195 tahun, ini seumur kerajaan Majapahit,” ungkapnya.
“Di undang-undang migas dan minerba juga begitu. Membolehkan modal asing sampai 80 persen lebih. Jadi bayangkan selama hampir 200 tahun dengan mayortas modal mereka, kekayaan alam kita dikeruk,” sambungnya.
Begitu juga dengan Cina. Kiki mengingatkan di bidang ekonomi, Cina pun sudah dikenal sebagai predator. Apalagi menurut Kiki, sudah tercatat dalam sejarah tahun 1293 Cina melakukan penyerangan ke kerajaan di Nusantara yakni Kartanegara.
“Sudah ada sejarahnya. Sekarang Cina dengan 1,3 lebih miliar penduduk, tidak mungkin dia memberikan lapangan kerja dan kesejahteraan kepada warganya, walapun di bilang Cina kaya, banyak duit. Tuntuan bisa livestorng buat pendukungnya tidak mungkin ke siberian tapi ke bawah. Incaran pertama pasti Indonesia,” katanya.
“Sekarang banyak proyek yang seluruh komponen harus dari sana. Pekerja dari level manajemen sampai pekerja kasar. Di Indonesia kurun waktu 2015-2016, ada 200 lebih proyek termasuk kereta cepat dari Cina. Makanya kita jangan terkaget-kaget tiba-tiba sudah banyak karyawan asal Cina,” ungkapnya.












