Ancaman global lainnya yakni Islam transnasional seperti yang dikampanyekan ISIS. Kata Kiki, kalau di-breakdown wujudnya adalah adanya intoleransi yang memecah-belah masyarakat Indonesia, menipisnya nilai-nilai Pancasila dan sangat mungkin terjadi pemberontakan bersenjata.
“Mosul dan Alepo yang dikuasai ISIS baru-baru ini dihajar. Albagdadi sudah mengintruksikan keluar dari situ, berjuang di negara masing-masing. Informasi intelijen, Albagdadi sudah menunjuk Filipina Selatan sebagai basis perjuangan baru. Filipina Selatan selangkah ke Indonesia sudah sampai. Kalau itu terjadi kita bisa goncang,” katanya.
Karena itu, lanjut dia, kalau Indonesia tidak dibangun untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan maka sebentar lagi akan terjadi disintegrasi.
“Kalau bangsa ini tidak bangun untuk mewujudkan cita-cita kemeredakaan, menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, tinggal satu dua langah sampai kepada disintegrasi,” katanya.
“Kalau tidak ada langkah mewujudkan IRI, bisa lebih cepat. IRI dalam rangka mewujudkan konsep keadilan dan keadilan keseimbangan di bidnag ekonomi dari seluruh wilayah, justru masuk dalam upaya menangkal ancaman-ancaman itu,” demikian Kiki Syahnakri.
Dukungan pembentukan IRI disampaikan Kiki saat menerima kunjungan Ketua Pelaksana Gerakan Ekayasa Unmada, AM Putut Prabantoro di kantornya di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pekan lalu.












