Apalagi, keamanan beribadah sudah dijamin oleh UUD’45.
Dia menegaskan, perilaku teror seperti ini tidak dapat ditoleransi dan harus dicegah agar tidak terulang kembali .
“Aparat harus mampu menjelaskan selengkap mungkin motivasi serta kelompok dibalik peristiwa ini dalam waktu secepatnya agar tidak menimbulkan praduga yang belum tentu benar dikalangan umat,” pintanya.
Kepada Umat Katolik se Indonesia Muliawan mengajak agar menghadapi masalah ini dengan penuh kearifan sambil meningkatkan kewaspadaan serta kerukunan bersama komponen bangsa lainnya.
Sebagaiman kasus di Tanjung Balai , maka Indonesia akan terus mendapatkan gangguan baik dari dalam maupun luar negeri , agar Persatuan dan Kesatuan tidak tercapai , karena persatuan itulah kunci bagi bangsa Indonesia untuk menghadapi berbagai masalah kebangsaan.
“Bila kita tidak dapat menjaga Persatuan itu sendiri maka runtuhlah bangsa yang kita cintai ini, ikatan persaudaran, kebersamaan dan rasa saling mempercayai adalah hal yang hakiki dalam menciptakan keamanan yang sejati dalam masyarakat,” terangnya.
Dia mengatakan, sulit menyandarkan keamanan dan ketertiban pada Instransi keamanan semata.
Karena itu, sudah saatnya gereja menyikapi pristiwa itu dengan bijak sembari melakukan antisipasi hingga kejadian yang sama dapat dicegah dikemudian hari dengan tujuan agar ketenangan umat dalam beribadah juga semakin baik.















