Dalam sambutannya, K.H Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal menyampaikan apresiasi kepada HMI atas inisiatif organisasi ini dalam menggandeng tokoh-tokoh lintas agama untuk agenda kemanusiaan.
“Apa yang kita saksikan pada hari ini, teman-teman menghadap ke Katedral di samping Masjid Istiqlal, itulah lambang Keindonesiaan yang sangat hidup. Sesulit apapun jalan yang kita hadapi saat ini, ini adalah kekayaan batin yang dimiliki anak bangsa dalam berbagi. Kita tidak boleh sendiri-sendiri dalam mengurus umat dan bangsa. Harus ada sinergi, karena di mana ada sinergi, di situ ada berkah,” ungkapnya.
Dengan semangat yang sama, Romo Agustinus Heri Wibowo, Pr, Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (HAK KWI) mengatakan, “Mengutip Paus Fransiskus, rumah ibadah adalah rumah sakit di median perang.
Momen seperti ini menunjukkan universalitas serta persaudaraan lintas iman dan lintas kepercayaan yang terwujud dengan harmonis di Indonesia ini.
“Kiranya inisiasi dari dari kawan-kawan siang ini bisa menjadi inspirasi dan menular kepada orang muda di segala penjuru sehingga nama Tuhan semakin dipermuliakan dan kemanusiaan semakin diangkat dan dipulihkan,” ujarnya.














