“Oleh karenanya kami meminta kepada aparat penegak hukum, agar segera menangkap pelaku penyebar berita hoax itu,” tegas Havid.
“Jangan-jangan ini pengalihan isu agar mulusnya Bambang Wijayanto sebagai panelis nanti di acara Debat Calon Presiden,” ujarnya.
Menurut Havid, isu tujuh kontainer surat suara tercoblos ini beredar begitu cepat dimedia sosial.
Ini merupakan kampanye hitam yang memang disengaja. “Maka dari itu, ia menghimbau kepada seluruh tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin untuk lebih waspada dengan jebakan betmen, “karena ini persis mirip dengan gaya-gaya hoaxnya Ratna Sarumpet, Apalagi kata pria aktivis pergerakan ini, media sekelas RMOL jangan jadi corong dan penyebar hoax, ini sama aja pembodohan publik,” pungkas Havid.
Kabar terkait adanya 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara beredar di WhatsApp grup. KPU langsung mengecek kabar tersebut malam ini.
“Informasi lain dari pihak dilapangan antara lain TNI AL dan BIN Wilayah Jakarta Utara bahwa informasi tersebut merupakan berita hoax,” ujar Kasintel P2 Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai (KPU BC) Tanjung Priok Jakarta Utara, Tatang, dalam keterangannya, Rabu (2/1/2019).














